OverseasScholarship: September 2014

Your Ad Here
a:link { color:#36a; text-decoration:none; } a:visited { color:#764; text-decoration:none; } a:hover { color:#933; text-decoration:underline; } a img { border-width:0; } /* Page Structure ----------------------------------------------- */ #wrap { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/sky.jpg") repeat-x left top; min-width:740px; margin:0; padding:0; text-align:left; } #wrap2 { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/lighthouse.jpg") no-repeat left top; } #wrap3 { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/cloud.jpg") no-repeat 100% 75px; } #wrap4 { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/center_cloud.jpg") no-repeat 50% 0; padding:15px; width:100%; width/* */:/**/auto; width: /**/auto; } @media all { #content { max-width:890px; padding:0 30px 50px; width:100%; width/* */:/**/auto; width: /**/auto; } html>body #content { border:3px double #fff; } #main { width:64%; float:right; } #main2 { margin:0; padding:0; } #sidebar { width:32%; float:left; } #sidebar2 { margin:0; padding:170px 0 20px; } } @media handheld { #content { width:90%; } #main { width:100%; float:none; } #sidebar { width:100%; float:none; } } /* Header ----------------------------------------------- */ @media all { #header { padding:15px 0 10px 110px; } } @media handheld { #header { width:100%; padding:15px 0 10px 0; } } #blog-title { margin:0 0 .25em; font-size:270%; font-weight:normal; color:#678; } #blog-title a { color:#678; text-decoration:none; } #description { margin:0; max-width:700px; font-size:75%; line-height:1.8em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color:#789; } /* Headings ----------------------------------------------- */ h2 { margin:1.5em 0 .75em; font:78%/1.4em Georgia,Serif; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color:#933; } /* Posts ----------------------------------------------- */ .date-header { margin:2em 0 .5em; } .post { margin:.5em 0 1.5em; line-height:1.6em; } .post-title { margin:.25em 0 0; padding:0 0 4px; font-size:140%; font-weight:normal; line-height:1.4em; } .post-title a, .post-title strong { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/icon_lighthouse.gif") no-repeat 0 .15em; display:block; padding-left:20px; text-decoration:none; color:#368; font-weight:normal; } .post-title strong { background-image:url("http://www.blogblog.com/harbor/icon_lighthouse2.gif"); color:#000; } .post-title a:hover { color:#933; } .post-body { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/divider.gif") no-repeat center top; padding-top:12px; } .post p { margin:0 0 .75em; } p.post-footer { color:#999; } .post-footer em, .comment-link { font:78%/1.4em Georgia,Serif; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; } .post-footer em { font-style:normal; color:#666; margin-right:.4em; } .comment-link strong { font-size:130%; } .comment-link { margin-left:.4em; } .post img { padding:4px; border:1px solid #cde; } /* Comments ----------------------------------------------- */ #comments { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/divider.gif") no-repeat center top; padding:15px 0 0; } #comments h4 { margin:1em 0; font:bold 78%/1.6em Georgia,Serif; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color:#933; } #comments h4 strong { font-size:130%; } #comments-block { margin:1em 0 1.5em; line-height:1.4em; } #comments-block dt { margin:.5em 0; } #comments-block dd { margin:.25em 20px 0; } #comments-block dd.comment-timestamp { margin:-.25em 20px 1.5em; font:78%/1.4em Georgia,Serif; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; } #comments-block dd p { margin:0 0 .75em; } .deleted-comment { font-style:italic; color:gray; } /* Sidebar Content ----------------------------------------------- */ #sidebar ul { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/divider.gif") no-repeat center bottom; margin:0 0 15px; padding:0 0 15px; list-style:none; } #sidebar li { margin:0; padding:0 0 .25em 15px; text-indent:-15px; line-height:1.5em; } #sidebar p { color:#666; line-height:1.5em; } /* Profile ----------------------------------------------- */ #profile-container { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/divider.gif") no-repeat center bottom; margin:0 0 2em; padding:0 0 15px; } .profile-datablock { margin:.5em 0 .5em; } .profile-img { display:inline; } .profile-img img { float:left; padding:4px; border:1px solid #cde; margin:0 8px 3px 0; } .profile-data { margin:0; font:bold 78%/1.6em Georgia,Serif; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; } .profile-data strong { display:none; } .profile-textblock { margin:0 0 .5em; } .profile-link { font:78%/1.4em Georgia,Serif; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { clear:both; padding:15px 30px 0 50px; } #footer hr { display:none; } #footer p { background:url("http://www.blogblog.com/harbor/divider.gif") no-repeat center top; margin:0; padding-top:15px; font:78%/1.6em Georgia,Serif; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; }

Tuesday, September 30, 2014

ANAK PENJUAL KUE

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ANAK PENJUAL KUESeorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak, mau beli kue, Pak?" Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang makan". Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab "Tidak dik, saya sudah kenyang". Setelah pemuda itu membayar kekasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah". Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini. Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. "Pak mau beli kue saya?", pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp. 1.500,00 dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja. "Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik". Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok mal....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, September 29, 2014

BERHENTILAH MENGELUH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - BERHENTILAH MENGELUHPantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya. Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut. Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru. Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkan anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini? ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, September 25, 2014

WARUNG MAKAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - WARUNG MAKANSeorang Kakek dan Nenek turun dari sebuah bus antar kota di sebuah terminal. Mereka telah menempuh perjalanan dari perjalanan wisatanya di luar negeri. Setelah turun dari pesawat, Kakek dan Nenek tersebut lalu menumpang bus yang telah mereka naiki ini. Mereka memang berencana untuk langsung menuju kota dimana anak dan cucunya tinggal. Kakek dan Nenek tersebut ingin membagikan oleh-oleh yang mereka dapat dari liburan panjang di masa tuanya. Dengan membawa barang bawaannya, mereka lalu berjalan menuju sebuah warung makan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Kakek dan Nenek itu duduk bersandar di kursi kosong di warung. “Uuhh, sampai juga akhirnya..” Kakek itu menghela nafas. “Empat jam di dalam bus membuat kaki tuaku ini terasa kaku.” Warung makan itu lumayan besar, dengan jumlah kursi sekitar 30-an buah. Terlihat para pelayannya hiruk pikuk membersihkan meja-meja. Warung itu memang cukup ramai, sekitar tiga per empat jumlah kursinya telah terisi oleh orang-orang yang menikmati makan siangnya. Kakek dan Nenek itu dengan sabar menunggu pelayan menghampiri untuk menanyakan apa pesanannya. Setelah lebih dari 20 menit, ternyata tak ada satu pelayan pun yang menghampiri mereka. Para pelayan selalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri-sendiri. Kakek itu lalu memberanikan diri untuk memanggil salah satu pelayan restoran itu. “mBak, aku mau pesan makanan !” serunya. Dan seruannya itu terdengar oleh salah satu ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, September 13, 2014

PENCURI KUE

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PENCURI KUESeorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih!". Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibaca....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, September 02, 2014

GARAM

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - GARAMSuatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya...", ujar Pak Tua itu. "Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah". Saat anak muda itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?" "Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" tanya Pak Tua lagi. "Tidak", jawab si anak muda. Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengar....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1